Mengapa Beberapa Ruko di Kawasan Komersial Sulit Laku? Ini Penjelasannya
Dalam investasi properti komersial, tidak semua lokasi menjanjikan tingkat pengembalian yang optimal. Sering kali, kita menemukan kawasan ruko yang selalu ramai dan diminati, sementara di lokasi lain yang tidak jauh, banyak unit yang tetap kosong dalam waktu lama. Fenomena ini sering kali berkaitan dengan ekonomi pejalan kaki atau walkability.
Pentingnya Walkability dalam Investasi Ruko
Salah satu faktor utama keberhasilan ruko atau toko adalah lalu lintas pejalan kaki. Lokasi yang memiliki tingkat walkability tinggi cenderung lebih diminati karena pelanggan lebih mudah mengaksesnya.
Sebaliknya, ruko yang berada di area dengan keterbatasan akses bagi pejalan kaki akan kesulitan menarik traffic, karena pelanggan yang berkendara tidak selalu memiliki kemudahan untuk berhenti dan mengunjungi tempat tersebut.
Studi Kasus: Perbedaan Walkability di Sanur
Sebagai contoh, kita bisa melihat perbandingan antara dua kawasan komersial di Sanur, Bali:
• Jalan Danau Tamblingan
Ruko dan toko di jalan ini lebih cepat terjual dan disewakan karena berada dekat dengan pantai dan akomodasi wisata. Kawasan ini didesain dengan akses pejalan kaki yang baik, sehingga memudahkan wisatawan maupun penduduk lokal untuk berjalan kaki dan mengunjungi toko-toko yang ada.
• Jalan Bypass Ngurah Rai (Sanur)
Sementara itu, ruko di bypass Sanur menghadapi tantangan berbeda. Lalu lintas kendaraan di jalan ini berkecepatan tinggi, dan beberapa ruas jalan memiliki trotoar yang kurang memadai, sehingga kurang menarik bagi pejalan kaki. Akibatnya, ruko di kawasan ini lebih sulit mendapatkan lalu lintas pelanggan spontan dibandingkan dengan area yang lebih ramah bagi pejalan kaki.
Bukan Berarti Ruko di Bypass Tidak Menguntungkan
Perlu dicatat bahwa ruko di jalan utama dengan lalu lintas kendaraan tinggi tetap memiliki potensi bisnis, tetapi dengan segmen yang berbeda. Area ini lebih cocok untuk kantor, showroom, atau usaha yang tidak bergantung pada pejalan kaki, selama memiliki akses parkir yang memadai.
Kesimpulan
Faktor walkability merupakan aspek penting yang perlu dipertimbangkan dalam memilih lokasi ruko untuk investasi. Ruko yang berada di kawasan dengan akses pejalan kaki yang baik akan lebih mudah menarik pelanggan dan mempertahankan tingkat okupansi yang tinggi.
Bagaimana dengan kawasan lain di Bali? Apakah ada lokasi yang mengalami fenomena serupa? Diskusikan pendapat Anda!
