Kelebihan dan Kekurangan Beli Villa di Bali
Membeli Properti khusunya Villa di Bali tentunya bisa menjadi impian banyak orang. Sebagai salah satu bentuk investasi, memiliki sebuah villa di kawasan wisata tujuan dunia seperti Bali, selain memiliki beberapa kelebihan pasti juga memiliki berbagai kelemahan. Apa saja kelebihan dan kelemahannya, yuk kita simak di sini.
KELEBIHAN
- Lifestyle dan Simbol Status
Impian Anda terwujud dan Anda memiliki villa impian di Bali. Tentu saja sebuah kebanggan tersendiri untuk bisa berada di level achievement ini. Jelas tentu saja mempunyai sebuah villa akan menaikkan status Anda, apalagi Anda dapat mengundang teman-teman dan keluarga lebih sering datang ke Bali untuk stay di villa Anda. Perubahan gaya hidup dan status bagi sebagian orang malah bisa dimanfaatkan untuk mendukung atau mendongkrak karir bisnisnya (leverage).
- Tempat Liburan Pribadi dan Pensiun
Bayangkan, anda sudah meniti karier atau bisnis secara profesional tentu berangan-angan ingin bisa pensiun dan menikmati hasil jerih payah di properti villa impian Anda. Bahkan apabila Anda cukup beruntung, mungkin bisa liburan di villa sendiri setiap beberapa bulan sekali. Untuk beberapa orang cara ini mungkin lebih hemat ketimbang harus menyewa Villa setiap datang ke Bali.
- Sumber Passive Income
Sebagai akomodasi wisata, sebuah villa tentu dapat disewakan harian, bulanan, bahkan tahunan. Tentu saja hal ini bisa menjadi sumber pendapatan tambahan Anda dimana asset Anda dalam bentuk Villa bisa menjadi produktif. Ditambah lagi keuntungan dari sewa akomodasi (harian) akan jauh melampaui harga sewa jenis properti lain seperti rumah atau ruko.
- Capital Gain Tinggi
Memiliki sebuah villa khususnya di daerah spot wisata yang cukup ramai tentunya akan membuat harga lahan di properti tersebut tumbuh dengan pesat. Kenaikan harga ini tentu akan menjadi potensi keuntungan yang lebih baik dibandingan properti di daerah lain disaat Anda menjual kembali Villa tersebut.
Setelah kita melihat beberapa kelebihan memiliki Villa di Bali, tentu Anda penasaran apa saja sih kekurangannya?
KEKURANGAN
- Potensi Return (ROI) Bukan yang Terbaik
Membeli apalagi membangun sebuah villa tentunya bukanlah investasi yang sedikit. Biaya pembangunan per meter persegi bahkan bisa 2 kali lipat daripada membangun rumah biasa. Apalagi saat anda menggunakan jasa arsitektur dimana bahan-bahan bangunan yang dipakai cukup langka dan harus dibawa ke Bali bisa membuat biaya investasi Anda membengkak. Tidak lupa desain adalah subjektif (selera), dimana selera Anda mungkin belum tentu cocok dengan orang lain. Ini akan menjadi tantangan besar dalam hal sewa villa. Lokasi yang banyak villa sejenis juga berpengaruh dimana hal ini akan membuat supply akomodasi vila menjadi lebih banyak dibandingkan jumlah pengunjung. Hal-hal seperti ini tentu bisa diatasi dengan memanfaatkan manajemen villa yang banyak tersedia di Bali. Tentu fee mereka tidaklah sedikit. Secara kesimpulan, saat kondisi pariwisata normal di Bali, Return on Investment (ROI) yang bisa Anda dapatkan mungkin berada di kisaran 3-6% dan itu bukanlah hal yang baik dibandingkan invetasi properti lainnya.
- Biaya Perawatan Tinggi
Sebuah villa kurang afdol bila tidak memiliki kolam renang dan taman -atau apabila lahannya terbatas minimal paling tidak ada beberapa tanaman- Ditambah batuan alam atau ukiran-ukiran yang mungkin indah saat dilihat di awal, namun sulit sekali di bersihkan dan dirawat. Perabotan saat sudah lama tidak digunakan akan cepat rusak dan harus diganti. Bahkan yang lebih ekstrim lagi apabila villa Anda berada di pinggir laut dimana udara korosif akan menghabiskan (karat) komponen-komponen besi elektronik, sanitary bahkan engsel pintu/jendela. Hal-hal ini membutuhkan perawatan ekstra dan biayanya tidaklah sedikit.
- Perijinan dan Pajak
Menjadi rahasia umum dimanapun di Indonesia, apabila Anda memiliki sebuah villa di sebuah daerah tentu ada kesenjangan dan Anda akan menjadi sasaran pugli liar yang meng-atasnamakan adat. Bahkan ini bisa terjadi saat villa Anda belum dibangun sampai beroperasi. Selain "ijin adat" Perijinan resmi juga akan membutuhkan proses dan biayanya tidak sedikit, apalagi saat Anda berencana membuat villa Anda menjadi akomodasi wisata di lokasi yang peruntukannya berbeda. Sebagai warga negara yang taat pajak, Anda juga berkewajiban membayar pajak penghasilan dari sewa akomodasi villa yang bahkan bisa masuk kategori industri jasa.
- Lebih Sulit Dijual Kembali
Sebuah villa tentunya properti yang unik dan bisa digolongkan kebutuhan tertier atau pelengkap. Tentunya berbeda dengan properti lain seperti rumah tinggal yang tergolong kebutuhan primer. Segmentasi pembeli Villa adalah menengah atas dimana segmen ini sudah terbiasa dengan selera dan pilihan masing-masing. Selera Anda sebagai penjual belum tentu cocok dengan pembeli, apalagi saat Anda membangunnya dengan idealisme tinggi, biaya per meter yang Anda tawarkan menjadi tidak masuk akal bagi calon pembeli. Ini akan membuat villa Anda semakin kurang likuid atau sulit dijual dibanding jenis properti lainnya. Kalaupun ingin menjual dengan cepat, bisa jadi Anda menjualnya di bawah harga investasi.
Demikian beberapa kelebihan dan kelemahan investasi villa di Bali. Setelah membaca artikel ini diharapkan Anda bisa mengerti pentingnya seorang Konsultan Properti dalam menentukan jenis investasi properti yang tepat untuk Anda khususnya di Bali. Diskusikan dengan Konsultan Properti Anda dan.. selamat berivestasi di Bali!
Artikel:
Harya - Sunrise
