Bali Punya 2 KEK, Peluang Bombastis Sektor Properti
Belakangan warga Bali sering mendengar berita tentang rumah sakit international yang akan dibangun di kawasan Sanur. Lalu ada juga kampus international di pulau Serangan. Apa sebenarnya yang terjadi dan apa hubungannya dengan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sanur dan Kura-Kura Bali? Mari kita simak.
Latar belakang Kawasan Ekonomi Khusus (KEK)
Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) adalah konsep pengembangan wilayah dengan keunggulan ekonomi dan geostrategis, yang bertujuan mempercepat pertumbuhan ekonomi nasional. Di Indonesia, pengembangan KEK berfokus pada terwujudnya pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru dan membangun nilai tambah atas penguasaan teknologi dan sumber daya manusia.
Sasaran pengembangan KEK mencakup peningkatan investasi, pengembangan industri, pariwisata, perdagangan, dan menciptakan lapangan pekerjaan.
Pemerintah Indonesia menawarkan fasilitas seperti Tax Holiday, pembebasan PPnBM, kemudahan pemilikan properti, perizinan, dan tenaga kerja untuk investor KEK. Dengan pengembangan KEK, diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi pembangunan ekonomi nasional dan kesejahteraan masyarakat.
Pemerintah terus melakukan pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) di Indonesia sesuai dinamika ekonomi dan teknologi. Sebelumnya telah dikembangkan KEK Digital hingga KEK Maintenance Repair and Overhaul (MRO). Selain itu, juga mengembangkan KEK Pendidikan dan KEK Kesehatan.
KEK Kesehatan Sanur
Terkait KEK Kesehatan, Pemerintah sedang membangun KEK Sanur yang berlokasi di Kota Denpasar, Provinsi Bali. Sebagai KEK Kesehatan pertama di Indonesia. KEK Sanur akan menjadi jawaban atas banyaknya masyarakat yang lebih memilih untuk mendapatkan perawatan medis ke luar negeri karena keterbatasan fasilitas kesehatan di Indonesia.
KEK Sanur yang berlokasi di Kota Denpasar, Provinsi Bali merupakan KEK Kesehatan dan Pariwisata dengan rencana bisnis fasilitas kesehatan (rumah sakit dan klinik), akomodasi hotel dan MICE, Etnomedicinal Botanic Garden, dan Commercial Center. Total luas lahan yang dikelola adalah 41,26 Ha atas nama PT Hotel Indonesia Natour (PT HIN), memiliki nilai investasi sebesar Rp10,2 Triliun dengan target serapan tenaga kerja sebanyak 43.647 orang.
Saat ini, terdapat komitmen investasi dari PT Pertamina Bina Medika (IHC) untuk pembangunan rumah sakit internasional yang bekerjasama dengan Mayo Clinic. Rumah sakit internasional ini akan memiliki peralatan canggih terbaru dan menghadirkan dokter terbaik dalam negeri yang bekerja sama dengan tenaga kesehatan dan dokter asing dalam rangka mewujudkan transfer knowledge.
KEK Kura-Kura Bali
Berlokasi di Pulau Serangan - Kota Denpasar, KEK Kura-Kura Bali memiliki luas lahan sekitar 498 hektare dan akan dikembangkan untuk kegiatan pariwisata luxury berkelas internasional di antaranya berupa Kawasan Marina Terintegrasi, centre for exellence for education and tech park, serta lifestyle wellness center.
Nilai investasi di KEK Kura-Kura Bali ditargetkan sebesar Rp 104,4 triliun dan mampu menyerap 99.853 tenaga kerja ketika beroperasi secara penuh pada 2052 mendatang. Untuk rencana jangka pendek 5 tahun ke dapan (2028, Pemerintah menargetkan total investasi hingga Rp12 triliun dengan tambahan lapangan pekerjaan sekitar 5.000 orang.
Pengembang KEK Kura-Kura Bali adalah PT Bali Turtle Island Development. Perusaan ini memiliki pemegang saham yakni Goodwill Property Investment Limited yang beralamat di Hong Kong, China dan Trisarana Adikreasi.
Entitas terakhir merupakan cucu usaha dari PT Manning Development yang merupakan perusahaan yang menjadi pemegang saham PT Indonesia Prima Property Tbk. (OMRE). Sampai artikel ini ditulis, PP yang mengatur KEK Kura-Kura masih dalam proses pengesahan oleh presiden.
Peluang bagi Properti di Bali
Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) di Kota Denpasar, Bali, yang akan fokus pada bidang kesehatan dan pariwisata, menjanjikan peluang properti yang menarik di sekitarnya. Investasi besar-besaran yang direncanakan di KEK Sanur dan Kura-Kura Bali, seperti pembangunan rumah sakit internasional, kampus, marina dan akomodasi hotel, dapat mendorong permintaan atas properti di sekitarnya khususnya Denpasar.
Selain itu Bali yang selama ini hanya mengandalkan pariwisata dan sempat terpuruk saat pandemi COVID tentu pertumbuhan kedepannya akan lebih sustainable mengingat adanya pembangunan di sektor kesehatan sebagai penunjang pariwisata.
Dengan target serapan tenaga kerja total sebanyak 140 ribu orang di kawasan tersebut dapat berdampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi dan daya beli masyarakat setempat. Hal ini dapat mendorong peningkatan permintaan atas rumah hunian, toko, perkantoran dan fasilitas lainnya di sekitar kawasan, yang tentunya dapat menjadi peluang bisnis bagi investor properti di Bali.
Hubungi #TemanPropertiAnda di Sunrise Real Estate Business untuk investasi properti terbaik Anda di Bali.
Penulis: Harya Raditya
Sumber:
bisnis.com
kek.go.id
