Bali Akan Punya Jaringan Kereta Api?
Salah satu proyek yang sedang digagas oleh pemerintah adalah pembangunan kereta api di Bali. Tujuan dari proyek ini adalah untuk meningkatkan konektivitas dan mobilitas antara wilayah-wilayah di pulau dewata, khususnya antara bandara dan pusat-pusat wisata. Selain itu, proyek ini juga diharapkan dapat mengurangi kemacetan dan polusi udara yang sering terjadi di Bali.
Namun, pembangunan kereta api di Bali tidaklah mudah. Ada beberapa tantangan dan hambatan yang harus dihadapi, baik dari segi teknis, ekonomis, maupun lingkungan. Berikut ini adalah beberapa hal yang perlu diketahui mengenai rencana pembangunan kereta api di Bali sesuai dengan berita di IDN Times
- Biaya pembangunan kereta api di Bali ditaksir mencapai Rp83 triliun. Anggaran ini meliputi pembangunan jalur kereta sepanjang 128 km, stasiun kereta, sarana dan prasarana pendukung, serta pengadaan kereta. Sumber pendanaan proyek ini berasal dari APBN, APBD, dan swasta.
- Jalur kereta api di Bali akan menghubungkan Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai dengan beberapa kawasan wisata seperti Sanur, Ubud, Kintamani, Bedugul, Lovina, dan Singaraja. Jalur ini akan dibagi menjadi dua segmen, yaitu segmen selatan yang melintasi kawasan aglomerasi Denpasar dan segmen utara yang melintasi kawasan pegunungan dan pantai utara Bali.
- Pembangunan kereta api di Bali masih dalam tahap kajian dan perencanaan. PT Kereta Api Indonesia (KAI) sebagai pelaksana proyek sedang melakukan koordinasi dengan pemerintah daerah (Pemda) Bali dan investor untuk membahas berbagai aspek terkait proyek ini, seperti desain, teknologi, pendanaan, dan dampak lingkungan.
- Salah satu teknologi yang dipertimbangkan untuk digunakan dalam proyek ini adalah Autonomous Rail Rapid Transit (ART), yaitu sebuah sistem kereta tanpa rel yang bisa berjalan di jalan raya. Keuntungan dari teknologi ini adalah biaya pembangunan yang lebih murah dan cepat, serta fleksibilitas dalam menyesuaikan dengan kondisi jalan yang ada.
- Pembangunan kereta api di Bali juga harus memperhatikan dampak lingkungan yang ditimbulkan. Komisi 3 DPRD Provinsi Bali menyatakan bahwa proyek ini harus memiliki rencana matang dan kajian mendalam mengenai dampak lingkungan hidup (AMDAL), terutama terkait dengan potensi kerusakan hutan, tanah, air, flora, dan fauna yang ada di sepanjang jalur kereta.
Demikianlah beberapa informasi mengenai rencana pembangunan kereta api di Bali. Proyek ini merupakan salah satu upaya pemerintah untuk meningkatkan pelayanan transportasi publik di Bali yang selama ini masih kurang memadai. Diharapkan dengan adanya kereta api di Bali, masyarakat dan wisatawan dapat menikmati perjalanan yang lebih nyaman, aman, cepat, dan ramah lingkungan serta berpengaruh positif terhadap perkembangan properti di Bali.
